Tim
pertama kali dibentuk dengan nama Newton
Heath Lancashire and Yorkshire Railwaiy F.C. pada
1878 sebagai tim karya Lancashire dan Yorkshire, stasiun kereta api di Newton Heath.[14] Kaos
tim berwarna hijau - emas. Mereka bermain di sebuah lapangan kecil di North
Road, dekat stasiun kereta api Piccadilly Manchester selama
lima belas tahun, sebelum pindah ke Bank Street di kota dekatClayton pada
1893. Tim sudah memasuki kompetisi sepak bola tahun sebelumnya dan mulai
memutuskan hubungannya dengan stasiun kereta api, menjadi perusahaan mandiri,
mengangkat seorang sekretaris perkumpulan dan pengedropan "L&YR"
dari nama mereka untuk menjadi Newton
Heath F.C saja.
Tak
lama kemudian, pada tahun 1902, tim nyaris bangkrut, dengan utang lebih dari
£2500. Lapangan Bank Street mereka telah ditutup.[15]
Pada
Januari 1902, dengan utang £ 2.670 - setara dengan £ 250.000 per 2014 - klub
itu disajikan dengan urutan berliku, Sebelum tim mereka bubar, mereka menerima
investasi dari J. H. Davies[ket 1], direktur Manchester
Breweries.[16] Awalnya,
seorang legenda tim, Harry Stafford, yang merupakan kapten tim, memamerkan anjing St. Bernard nya[ket 2], kemudian Davies memutuskan
untuk membeli anjing itu. Stafford menolak, tetapi berhasil memengaruhi Davies
untuk menannamkan modal pada tim dan menjadi chairman tim.[17] Diadakan
rapat untuk mengganti nama perkumpulan.Manchester Central dan Manchester
Celtic adalah
nama yang diusulkan, sebelum Louis Rocca, seorang imigran muda asal Italia, berkata "Tuan-tuan, mengapa kita tidak
menggunakan nama Manchester United?"[18] Nama
ditetapkan dan Manchester United secara resmi eksis mulai 26 April 1902.
Davies juga memutuskan untuk mengganti warna tim dan terpilihlah warna merah
dan putih sebagai warna tim Manchester United.
Ernest Mangnall ditunjuk
menjadi sekretaris klub menggantikan James West yang
mengundurkan diri pada tanggal 28 September 1902.
Mangnall bekerja keras untuk mengangkat tim ke Divisi Satu dan gagal pada upaya
pertamanya, menempati urutan 5 Liga Divisi Dua. Mangnall memutuskan untuk
menambah sejumlah pemain ke dalam klub dan merekrut pemain seperti Harry Moger, Dick Duckworth, dan John Picken, ada juga Charlie Roberts yang
membuat dampak besar. Dia dibeli £750 dari Grimsby Town pada
April 1904, dan membawa tim ke posisi tiga klasmen akhir musim 1903-1904.
Mereka
kemudian berpromosi ke Divisi Satu setelah finis diurutan dua Divisi Dua musim
1905–06. Musim pertama mereka di Divisi Satu berakhir kurang baik, mereka
menempati urutan 8 klasmen. Akhirnya mereka memenangkan gelar liga pertamanya
pada tahun 1908.Manchester City sedang diselidiki karena menggaji
pemain diatas regulasi yang ditetapkan FA. Mereka didenda £250 dan delapan belas pemain mereka
dihukum tidak boleh bermain untuk mereka lagi. United dengan cepat mengambil
kesempatan dari situasi ini, merekrutBilly Meredith dan Sandy Turnbull, dan lainnya. Pemain baru ini tidak boleh
bermain dahulu sebelum tahun Baru 1907, akibat dari skors dari FA. Mereka mulai bermain pada
musim 1907–08 dan United membidik gelar juara saat itu. Kemenangan 2–1 atas
Sheffield United memulai kemenangan beruntun sepuluh kali United. Namun pada
akhirnya, mereka tutup musim dengan keunggulan 9 poin dari rival mereka, Aston Villa.
Klub
membutuhkan waktu dua tahun untuk membawa trofi lagi, mereka memenangkan trofi
Liga Divisi Satu untuk kedua kalinya pada musim 1910–11. United pindah ke
lapangan barunya Old Trafford. Mereka memainkan
pertandingan pertamanya di Old Trafford pada tanggal 19 Februari 1910 melawan Liverpool, tetapi mereka kalah 4-3. Mereka
tidak mendapat trofi lagi pada musim 1911–12, mereka tidak didukung oleh
Mangnall lagi karena dia pindah ke Manchester
City setelah
10 tahunnya bersama United. Setelah itu, mereka 41 tahun bermain tanpa memenangkan
satu trofi pun.
Pada
tahun 1922, tiga tahun setelah pembukaan kembali sepak bola setelah Perang
Dunia Pertama, klub itu terdegradasi ke Divisi II, di mana ia tetap sampai
mendapatkan kembali promosi pada tahun 1925. Terdegradasi lagi pada tahun 1931,
Manchester United menjadi klub yo-yo, mencapai posisi sepanjang masa terendah
tempat ke-20 di Divisi II pada tahun 1934. Setelah kematian dermawan utama
klub, J. H. Davies, pada bulan Oktober 1927, keuangan klub memburuk sejauh
bahwa Manchester United kemungkinan akan bangkrut kalau bukan untuk James W. Gibson, pada bulan Desember tahun 1931, investasi
£2,000 dan memegang kendali klub.[19] Pada
musim 1938-39, tahun terakhir sepak bola sebelum Perang Dunia Kedua, klub
selesai di posisi 14 Divisi Pertama.[19]
Era
Sir Matt Busby (1945–1969)
Pada
tahun 1945, Matt Busby ditunjuk
menjadi manajer dari tim yang berbasis di Old Trafford ini. Dia meminta sesuatu
yang tidak biasa pada pekerjaannya, seperti menunujuk tim sendiri, memilih
pemain yang akan direkrut sendiri dan menentukan jadwal latihan para pemain
sendiri. Dia telah kehilangan lowongan manajer di klub lain, Liverpool F.C.,
karena pekerjaan yang diinginkannya itu dirasa petinggi Liverpool adalah
pekerjaan seorang direktur, tetapi United memberikan kesempatan untuk ide
inovatifnya. Pertama, Busby tidak merekrut pemain, melainkan seorang asisten
manajer yang bernama Jimmy Murphy. Keputusan menunjuk Busby sebagai manajer
merupakan keputusan yang sangat tepat, Busby membayar kepercayaan pengurus
dengan mengantar United ke posisi kedua liga pada tahun 1947, 1948 dan 1949 dan
memenangkan Piala FA tahun
1948. Stan Pearson, Jack Rowley, Allenby Chilton, dan Charlie Mitten memiliki
andil yang besar dalam pencapaian United ini.
Charlie
Mitten pulang ke Colombia untuk
mencari bayaran yang lebih baik, tetapi kemampuan pemain senior United tidak
menurun dan kembali meraih gelar Divisi Satu pada 1952. Busby tahu, bahwa tim sepak bola tidak hanya membutuhkan
pengalaman pemainnya, maka, dia juga berpikir untuk memasukkan beberapa pemain
muda. Pertama-tama, pemain muda seperti Roger Byrne, Bill Foulkes, Mark Jones dan Dennis Viollet, membutuhkan waktu untuk menunjukkan permainan
terbaik mereka, akibatnya United tergelincir ke posisi 8 pada 1953, tetapi tim kembali memenangkan liga tahun 1956 dengan
tim yang usia rata-rata pemainnya hanya 22 tahun, mencetak 103 gol. Kebijakan
tentang pemain muda ini mengantarkannya menjadi salah satu manajer yang paling
sukses menangani Manchester United (pertengahan 1950-an, pertengahan akhir
1960-an dan 1990-an). Busby mempunyai pemain bertalenta tinggi yang bernama Duncan Edwards. Pemuda asal Dudley, West Midlands memainkan debutnya pada umur 16
tahun di 1953. Edwards dikatakan dapat bermain di segala posisi dan banyak yang
melihatnya bermain mengatakan bahwa dia adalah pemain terbaik. Musim
berikutnya, 1956–57, mereka menang liga kembali dan mencapai final Piala FA,
kalah dari Aston Villa. Mereka menjadi tim Inggris pertama yang ikut serta
dalam kompetisi Piala
Champions Eropa, atas kebijakan FA. Musim lalu, FA membatalkan hak Chelsea untuk
tampil di Piala Champions. United dapat mencapai babak semi-final dan kemudian
dikandaskan Real Madrid. Dalam perjalanannya ke
semi-final, United juga mencatatkan kemenangan yang tetap menunjukkan bahwa
mereka adalah tim besar, mengalahkan tim juara Belgia Anderlecht 10–0
diMaine Road.
Tragedi
terjadi pada musim berikutnya, ketika pesawat membawa tim pulang dari
pertandingan Piala Champions Eropa mengalami kecelakaan saat mendarat di München, Jerman untuk
mengisi bahan bakar. Tragedi München
1958 tanggal 6 Februari 1958 merenggut
nyawa 8 pemain tim - Geoff Bent, Roger Byrne, Eddie Colman, Duncan Edwards, Mark Jones, David Pegg, Tommy Taylor dan Liam "Billy" Whelan -
dan 15 penumpang lainnya, termasuk beberapa staf United, Walter Crickmer, Bert Whalley dan Tom Curry.[20] Terjadi
2 kali pendaratan sebelum yang ketiga terjadi kesalahan fatal, yang disebabkan
tidak stabilnya kecepatan pesawat karena adanya lumpur. Penjaga gawang United Harry Gregg mempertahankan
kesadaran saat kecelakaan itu dan dibawah ketakutan pesawat akan meledak,
menyelamatkan Bobby Charlton dan Dennis Viollet dengan
mengencangkan sabuk pengamannya. Tujuh pemain United menginggal dunia di tempat
sedangkan Duncan Edwards tewas
ketika perjalanan menuju rumah sakit. Sayap kanan Johnny Berry juga
selamat dari kecelakaan itu, tetapi cedera membuat karier sepak bolanya
berakhir cepat. Dokter München mengatakan bahwa Matt Busby tidak memiliki
banyak harapan, namun ia pulih dengan ajaibnya dan akhirnya keluar dari rumah
sakit setelah dua bulan dirawat di rumah sakit.
Ada
rumor bahwa tim akan mengundurkan diri dari kompetisi, namun Jimmy Murphy
mengambil alih posisi manajer ketika Busby dirawat di rumah sakit, klub
melanjutkan kompetisinya. Meskipun kehilangan pemain, mereka mencapai final
Piala FA 1958, dimana mereka kalah dari Bolton
Wanderers. Akhir musim, UEFA menawarkan
FA untuk dapat mengirimkan United dan juara liga Wolverhampton
Wanderers untuk
berpartisipasi di Piala Champions untuk penghargaan kepada para korban
kecelakaan, namun FA menolak. United menekan Wolves pada musim berikutnya dan
menyelesaikan liga di posisi kedua klasemen; tidak buruk untuk sebuah tim yang
kehilangan sembilan pemain akibat Tragedi München.
Busby
membangun kembali tim di awal dekade 60-an, membeli pemain seperti Denis Law dan Pat Crerand. Mungkin orang yang paling terkenal dari sejumlah
pemain muda ini adalah pemuda Belfast yang
bernama George Best. Best memiliki keatletikkan
yang sangat langka. Tim memenangkan Piala FA tahun 1963, walaupun hanya finis
diurutan 19 Divisi Satu. Keberhasilan di Piala FA membuat pemain menjadi
termotivasi dan membuat klub terangkat pada posisi kedua liga tahun 1964, dan
memenangkan liga tahun 1965 dan 1967. United memenangkan Piala Champions Eropa
1968, mengalahkan tim asuhan Eusébio SL
Benfica 4–1 dipertandingan final, menjadi tim Inggis pertama yang memenagkan
kompetisi ini. Tim United saat itu memiliki Pemain Terbaik Eropa, yaitu: Bobby
Charlton, Denis Law and George Best. Matt Busby mengundurkan diri pada tahun1969 dan
digantikan oleh pelatih tim cadangan, Wilf McGuinness.
1969–1986
Setelah
masa yang gemilang, United mengalami masa-masa sulit ketika ditangani Wilf
McGuinness, selesai diurutan delapan liga pada musim 1969–70. Kemudian dia
mengawali musim 1970–71 dengan buruk, sehingga McGuinness kembali turun jabatan
menjadi pelatih tim cadangan. Busby kembali melatih United, walaupun hanya 6
bulan. Dibawah asuhan Busby, United mendapat hasil yang lebih baik, namun pada
akhirnya ia meninggalkan klub pada tahun 1971. Dalam waktu itu, United
kehilangan beberapa pemain kuncinya seperti Nobby Stiles dan
Pat Crerand.
Manager Celtic yang
berhasil membawa Piala Champions ke Glasgow, Jock Stein, ditunjuk untuk mengisi posisi manager — Stein
telah menyetujui kontrak secara verbal dengan United, tetapi membatalkannya — . Frank O'Farrell ditunjuk
sebagai suksesor Busby. Seperti McGuinness, O'Farrell tidak bertahan lebih dari
18 bulan, bedanya hanya O'Farrell bereaksi untuk menanggulangi penampilan buruk
dari United dengan membawa muka baru ke dalam klub, yang paling nyata adalah
direkrutnya Martin Buchan dari Aberdeen seharga
£125,000. Tommy Docherty menjadi manager diakhir 1972.
Docherty, atau "Doc", menyelamatkan United dari degradasi namun
United terdegradasi pada 1974, yang saat itu trio Best, Law and Charlton telah
meninggalkan klub. Denis Law pindah ke Manchester City pada musim panas tahun
1973. Pemain seperti Lou Macari, Stewart Houston dan Brian Greenhoff direkrut untuk menggantikan Best,
Law and Charlton, namun tidak menghasilkan apa-apa.
Tim
meraih promosi pada tahun pertamanya di Divisi Dua, dengan peran besar pemain
muda berbakat Steve Coppell yang
bermain baik pada musim pertamanya bersama United, bergabung dari Tranmere Rovers.
United mencapai Final Piala FA tahun 1976, tetapi mereka dikalahkanSouthampton. Mereka mencapai final lagi
tahun 1977 dan mengalahkan Liverpool 2–1. Didalam kesuksesan ini, Docherty
dipecat karena diketahui memiliki hubungan dengan istri fisioterapi.
Dave Sexton menggantikan
Docherty di musim panas 1977 dan membuat tim bermain lebih defensif. Gaya
bermain ini tidak disukai suporter, mereka lebih menyukai gaya menyerang
Docherty dan Busby. Beberapa pemain dibeli Sexton seperti Joe Jordan, Gordon McQueen, Gary Baileydan Ray Wilkins, namun tidak dapat mengangkat United menembus ke
papan atas, hanya sekali finis diurutan kedua, dan hanya sekali lolos ke babak
final Piala FA, dikalahkanArsenal.
Karena tidak meraih gelar, Sexton dipecat pada tahun 1981, walaupun ia
memenangkan 7 pertandingan terakhirnya.
Dia
digantikan manager flamboyan Ron Atkinson. Dia memecahkan rekor
transfer di Inggris dengan membeli Bryan Robson dari West
Brom. Robson disebut-sebut merupakan pemain tengah terbaik
sepeninggal Duncan Edwards. Tim Atkinson memiliki pemain baru seperti Jesper Olsen, Paul McGrath dan Gordon Strachan yang
bermain bersamaNorman Whiteside dan Mark Hughes. United memenangkan Piala FA 2
kali dalam 3 tahun, pada 1983 dan 1985, dan diunggulkan untuk memenangkan liga
musim 1985–86 setelah memenangkan 10 pertandingan liga pertamanya, membuka
jarak 10 poin dengan saingan terdekatnya sampai Oktober 1986. Penampilan United
kemudian menjadi buruk dan United mengakhiri musim di urutan 4 klasemen. Hasil
buruk United terus berlanjut sampai akhir musim dan dengan hasil yang buruk
yaitu diujung batas degradasi, pada November 1986, Atkinson dipecat.
Era
Alex Ferguson (1986–2013)
Alex
Ferguson datang dari Aberdeen untuk menggantikan Atkinson dan mengantarkan klub
meraih posisi 11. Musim berikutnya yaitu musim 1987–88, United menyelesaikan
liga di posisi kedua, dengan Brian McClair yang menjadi pencetak 20 gol liga
setelah George Best.
United
mengalami masa sulit 2 musim berikutnya. Dengan pembelian pemain yang cukup
banyak, Ferguson tidak dapat memenuhi harapan suporter. Alex Ferguson telah
berada dalam bahaya pemecatan pada awal 1990, tetapi sebuah gol dari Mark
Robins membawa United menang 1–0 atas Nottingham
Forest dibabak
ketiga Piala FA. Ini membuat Ferguson terselamatkan dan pada akhirnya United
memenangkan Piala FA, setelah mengalahkan Crystal Palace di partai ulang babak final.
United
memenangkan Winners' Cup Eropa di 1990–91, mengalahkan juara Spanyol musim
itu, Barcelona di
final, tetapi mengecewakan di musim berikutnya karena di liga mereka kalah dari
saingan, Leeds United.
Kedatangan Eric Cantona di
November 1992 merupakan sebuah langkah krusial United saat itu. Cantona membaur
bersama pemain dan memenangkan Final Piala FA menjadikan MU menjadi juara dua
di liga dan Piala FA. Ferguson membuat suporter kesal karena menjual beberapa
pemain Beberapa dari mereka langsung terpilih menjadi anggota Tim
nasional Inggris. Secara mengejutkan, United kembali meraih double
pada musim 1995–96. Ini adalah pertama kalinya klub Inggris meraih double
sebanyak dua kali dan akhirnya mereka mendapat sebutan "Double
Double".
Mereka
memenangkan liga musim 1996–97 dan Eric Cantona menyatakan pensiun dari
persepak bolaan profesional pada usia 30. Mereka mengawali musim 1997–98 dengan
baik, tetapi mengakhiri liga pada posisi dua klasemen, dibawah pemenang dua
gelar, Arsenal.
Musim
1998–99 untuk Manchester United adalah musim tersukses karena mereka berhasil
menjadi satu-satunya tim Inggris yang pernah meraih Treble(tiga gelar dalam
satu musim) — dengan memenangkan Liga Premier Inggris, Piala FA dan Liga
Champion UEFA di musim yang sama. Setelah melewati Liga Utama yang padat,
Manchester United berhasil memenangkan liga pada pertandingan terakhir melawan Tottenham
Hotspur dengan
skor 2–1, ketika Arsenal menang 1–0 atas Aston Villa.[24] Memenangkan
Liga Utama merupakan bagian pertama dari treble United, yang disebut Ferguson
bagian tersulit.[24] Di
final Piala FA mereka bertemuNewcastle
United dan
menang 2–0 melalui gol Teddy Sheringham dan Paul Scholes.[25] Pada
pertandingan terakhir mereka musim itu, pertandingan Final
Liga Champions UEFA 1999, mereka mengalahkan Bayern Munich, pertandingan tersebut
disebut-sebut sebagai comeback terbaik yang pernah ada, kalah sampai dengan
injury time dan mencetak gol dua kali di menit-menit terakhir untuk memastikan
kemenangan 2–1. Manchester United juga memenangkan Piala Interkontinental
setelah mengalahkan Palmeiras 1–0
di Tokyo.
United
memenangkan liga tahun 2000 dan 2001, tetapi mereka gagal meraih kembali trofi
kompetisi Eropa. Pada tahun 2000, Manchester United menjadi salah satu dari 14
pendiri kelompok G-14.[27] Ferguson
mengadopsi gaya permainan bertahan dan tetap gagal di kompetisi Eropa dan
United menyelesaikan liga pada urutan ketiga klasemen. Mereka meraih kembali
gelar liga musim berikutnya dan memulai musim dengan sangat baik, namun
penampilan mereka memburuk ketika Rio Ferdinand menerima skorsing 8 bulan karena
gagal dalam tes doping. Mereka memenangkan Piala FA 2004, setelah
mengalahkan Millwall.
Musim
2004-05, produktivitas gol United berkurang, yang disebabkan oleh cederanya Ruud van
Nistelrooy dan
United menyelesaikan musim tanpa meraih satu gelar pun. Kali ini, Piala FA
dimenangkan oleh Arsenal yang mengalahkan United melalui adu penalti. Di luar
lapangan, cerita utamanya adalah kemungkinan klub diambil alih oleh pihak lain
dan pada akhir musim, Malcolm Glazer, seorang pengusaha asal Tampa,
telah memiliki kepemilikkan United.
United
melakukan awal buruk pada musim 2005–06, dengan kepergian Roy Keane yang
bergabung dengan Celtic setelah United banyak dikritik publik dan klub gagal
melewati babak knock-out Liga Champions untuk pertama kalinya dalam satu dekade
setelah kalah dari tim asalPortugal, Benfica.
Musim ini adalah musim yang buruk bagi United karena pemain kunci mereka
seperti, Gabriel Heinze, Alan Smith, Ryan Giggs dan Paul Scholes cedera.
Mereka hanya meraih satu gelar musim itu, Piala Liga, mengalahkan tim promosi Wigan Athletic dengan skor 4–0. United
memastikan tempat di urutan kedua klasemen liga dan lolos otomatis ke Liga
Champions setelah mengalahkan Charlton
Athletic 4–0.
Akhir musim 2005–06, satu dari penyerang kunci, Ruud van
Nistelrooy, meninggalkan klub dan bergabung dengan Real Madrid, karena hubungannya dengan
Alex Ferguson retak.
Musim
2006-07 memperlihatkan gaya permainan United yang menyerang seperti pada dekade
90-an, mencetak 20 gol lebih di 32 pertandingan. Pada Januari 2007, United
mendapatkan Henrik Larsson dengan status pinjaman selama 2
bulan dari Helsingborgs, dan pemain itu memiliki pera
penting dalam pencapaian United di Liga Champions, dengan harapan meraih Treble kedua;
namun setelah mencapai babak semi-final, United kalah dari A.C. Milan 3–5
(agregat).
Dalam
perayaan ke-50 keikutsertaan Manchester United dalam kompetisi Eropa, dan juga
perayaan ke-50 dari Treaty of Rome, Manchester United bertanding melawan Marcello Lippi dan tim Eropa
XI di
Old Trafford pada 13 Maret 2007. United memenangkan pertandingan 4–3.
Empat
tahun setelah gelar terakhir mereka, United meraih kembali gelar juara liga
pada 6 Mei 2007,
setelah Chelsea bermain imbang dengan Arsenal, meninggalkan the Blues tujuh
poin di belakang dengan menyisakan 2 pertandingan, diikuti kemenangan United
1–0 dalam Derby Manchester hari sebelumnya, mengantarkan
United ke gelar kesembilan Premiership-nya dalam 15 tahun eksistensinya. Namun,
mereka tidak dapat mencapai double keempat mereka, karena Chelsea mengalahkan
United 1-0 di final Piala FA 2007 yang berlangsung di Stadion Wembley yang baru.
Pada
11 Mei 2008, United kembali meraih gelar liga setelah mengalahkan Wigan 2-0 di
pertandingan terakhir untuk memastikan gelar tersebut, disusul gelar Liga Championspada
tanggal 21 Mei 2008 yang diraih dengan mengalahkan Chelsea 6-5
di final melalui adu penalti setelah bermain seri 1-1 di waktu normal 2x45
menit serta perpanjangan waktu 2x15 menit. Dengan status sebagai juara Liga
Champions tersebut, United berhak mengikuti Piala
Dunia Antarklub FIFA 2008 dan
berhasil menjuarai turnamen tersebut setelah mengalahkan Gamba Osaka 5-3
di semifinal dan LDU Quito 1-0
di final. United pun menjadi klub Eropa kedua yang menjadi juara dunia setelah AC Milan pada 2007.
Setahun setelah final Liga Champions
UEFA tahun
2008, Manchester United masuk kembali ke final tahun 2009. Manchester United
kemudian mengalami kekalahan dalam finalLiga
Champions UEFA 2008–09, saat menghadapi Barcelona dengan
skor 2 – 0 di Roma, Italia.
Musim
2009-10 bukanlah musim yang bagus, karena hanya mendapatkan gelar Piala Liga,
hanya finis di posisi kedua, dan terdepak di Liga Champions oleh Bayern München.
Musim selanjutnya United meraih titel juara liga teratas untuk ke-19 kalinya,
melewati Liverpool dengan 18 gelar juara liga, setelah imbang di Blackburn 1-1 untuk penentuan gelar juara
dengan Chelsea. Di Eropa, United meraih medali runner-up setelah dihantam
pasukan Pep Guardiola, Barcelona 3-1.
Di musim tersebut, United kehilangan Gary Neville, Owen Hargreaves, Paul Scholes dan Edwin van der Sar. Di musim 2011-12,
United mendapat kemenangan besar atas Arsenal 8-2
di Old Trafford, tetapi kekalahan besar dari Manchester City 1-6 di tempat yang sama.
Pertandingan melawan Sunderland (1-0 United) adalah sejarah bagi United,
khususnya Sir Alex yang telah resmi 25 tahun bersama United. North Stand resmi
diganti namanya menjadi Sir Alex Ferguson Stand. Pada musim itu pula United
tidak berhasil menembus 16 besar Liga Champions setelah dikalahkan Basel 1-2
di Swiss. United juga tidak berhasil menembus perempat final Liga Europa
setelah tumbang oleh Athletic Bilbao. Di domestik, United
disapu Crystal Palace 1-2 di kandang di ajang Piala Liga. United juga menelan
kekalahan 1-2 di Anfield dalam ajang Piala FA.

ConversionConversion EmoticonEmoticon